Novel Baswedan Disiram Air Keras

mendapatkan siraman air keras diwajahnya usai sholat subuh membuat penglihatan mata sebelah kiri Novel Baswedan kabur.

Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik senior terbaik yang dimiliki oleh KPK, karir Novel di KPK terbilang sangat bersinar. Novellah yang suskes membawa pulang Muhammad Nazaruddin yang lari ke Kolombia. Novel berhasil mengungkap kasus korupsi Wisma Atlet, novel juga berhasil menyeret nama-nama petinggi kepolisian atas kasus simulator SIM, keberaniannya menggeledah kakorlantas dan korlantas polri menuai kontroversi bahkan meretakkan hubungan polri dan KPK.

Novel Baswedan selama ini telah banyak menangani kasus besar toto online yang ada di Indonesia, dan baru-baru ini Novel berhasil mengungkap kasus korupsi terbesar yaitu proyek e-KTP yang akhirnya juga menyeret nama-nama besar didunia politik tanah air. Namun pada 11/4/2017 setelah sholat subuh dimesjid dekat rumahnya, Novel tiba-tiba diserang oleh dua orang yang menyiramkan air keras kewajahnya.

Kronologi penyerangan air keras kewajah Novel Baswedan

Penyidik KPK mengalami teror air keras diwajahnya oleh orang yang tidak dikenal ketika dirinya sedang berjalan menuju pulang kerumah usai sholat subuh di mesjid dekat rumahnya. Tiba-tiba dua orang yang menggunakan motor melemparkan cangkir yang berisi air keras kewajahnya, setelah mendapatkan siraman Novel sempat menabrak pohon yang ada didepan rumah warga, Novel mengira dua orang yang berkendara tersebut adalah tetangga yang hendak menyapa dirinya namun ternyata Novel justru mendapat siraman air keras.

Setelah disiram novel masih sadar dan langsung berlari menuju masjid, sambil membuka baju gamisnya dan sandalnya yang ditinggal dijalan sambil berteriak minta tolong, kesakitan dan kepanasan. Warga yang berada didalam mesjid mendengar suara teriakan dari Novel langsung berhamburan menolong Novel dan langsung membawa Novel kerumah sakit daerah Kelapa Gading.

Pohon yang ditambrak oleh Novel kini sudah dicongkel oleh kepolisian sebagai barang bukti. Beberapa hari sebelum kejadian warga memang sering melihat pengendara motor lalu lalang disekitar rumah Novel, kebiasaan Novel yang sering sholat subuh dimesjid dan pulang dari mesjid lebih awal nampaknya sudah diawasi sejak lama sehingga setelah Novel keluar dari masjid dirinya langsung mendapat teror air keras.

Kondisi Novel Baswedan setelah disiram air keras

Kondisi kesehatan dari Novel Baswedan setelah mengalami penyiraman air keras yang mengenai wajahnya kini sedikit menurun, Johan Budi staff Presiden dibidang komunikasi datang kerumah sakit untuk menjenguk Novel, usai menjenguk Johan Budi menjelaskan bahwa terdapat luka lebam dikening sebelah kiri Novel dan juga terdapat luka di kedua mata Novel. Pandangan mata kiri Novel sedikit kabur sehingga harus membutuhkan perawatan intensif dan khusus dari dokter, dan saat ini Novel telah dipindahkan ke Rumah sakit spesialis mata untuk mendapatkan perawatan mata secara khusus.

Kejadian yang menimpa Novel menimbulkan reaksi keras dari berbagai tokoh salah satunya presiden Jokowi yang mengutuk keras perbuatan yang dilakukan terhadap Novel, kasus yang dialami Novel harus diusut dengan tegas oleh pihak kepolisian, karena jika tidak dikhawatirkan akan ada anggota KPK lainnya yang juga akan mengalami hal yang sama.

Atas kejadian yang menimpa Novel Baswedan, membuat KPK semakin yakin dan lebih berani dalam menangani kasus korupsi yang ada di Indonesia, saat ini KPK tengah menangani kasus mega korupsi yang menyeret banyak nama petinggi Negara di Indonesia yaitu kasus e-KTP yang merugikan Negara sebesar 2.3 Triliun, Abraham Samad menyebutkan para koruptor togel jitu yang merasa dirinya tengah terancam sehingga melakukan hal tersebut.

Jumlah Terdakwa Kasus Korupsi E-KTP Semakin Banyak

Pihak KPK hingga kini masih menyelidiki dengan hati-hati nama-nama yang dipanggil sebagai terdakwa dalam kasus korupsi e-ktp yang hingga kini masih belum terselesaikan.

Kasus korupsi E-KTP masih menjadi misteri bagi banyak orang hingga kini sebab meskipun KPK sudah menetapkan beberapa nama, masih belum diketahui alur dari permasalahan ini. Bahkan puluhan politikus sudah berlomba-lomba untuk menyangkal sekaligus membantah keterlibatan mereka di dalam kasus ini entah itu secara langsung maupun kecipratan uang hasil dari korupsi bahkan beberapa diantarannya juga menuntut balik.

Makin Banyak Terdakwa Dalam Korupsi E-KTP

Politikus Senayan berlomba-lomba untuk mengatakan diri mereka tidak bersalah sama sekali bahkan juga menerima uang panas dari hasil kasus korupsi E-KTP yang kembali memanas hingga kini bahkan tidak sedikit dari mereka yang juga mengambil jalan hukum untuk melindungi diri mereka sekaligus menuntut balik atas pencemaran nama baik dan terseret dugaan kasus korupsi. Emerson Yuntho selaku Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch atau ICW mengatakan tidak sama sekali meragukan isi dari seluruh surat dakwaan yang telah dibacakan langsung oleh Jaksa KPK di dalam persidangan. Emerson mengatakan ada puluhan nama disebut.

Puluhan nama itu diduga sudah terlibat langsung dalam kasus korupsi seperti yang tertulis di dalam surat dakwaan dan nama itu tertulis setelah adanya proses penyelidikan yang jelas. Emerson juga menambahkan bahwa semua nama yang terdapat di dalam surat dakwaan ini telah melewati proses pembuktian sebelumnya sehingga tidak mungkin KPK secara tiba-tiba menyebutkan sejumlah nama sebagai dakwaan. Sebelumnya kasus korupsi adanya pengadaan E-KTP ini memang sudah bergulir di pengadilan dengan ada dua orang yang ditetapkan sebagai terdakwa yaitu Sugiharto dan juga Irman dimana keduanya adalah mantan karyawan togel online yang bekerja di dalam Kementrian Dalam Negeri.

Namun pihak dari KPK menyatakan bahwa yang melakukan korupsi ini bukan hanya Irman serta Sugiharto saja sebab berbagai nama politikus diduga turut menerima suap sehingga dapat meloloskan anggaran serta tender program E-KTP menggantikan KTP konvensional yang sudah digunakan sejak lama. Bahkan Waldus Situmorang yang merupakan pengacara dari para terdakwa kasus e-KTP ini sama sekali tidak menyangka jika jumlah nama yang disebutkan oleh Jaksa KPK ini sangat banyak di dalam sidang perdana yang dilakukan dengan tajuk Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Ini mengagetkan dirinya sebab nama tersebut tidak diketahui semuanya secara langsung.

Waldus Situmorang Tidak Mengetahui Nama-Nama Terdakwa Dalam Kasus Korupsi E-KTP

Beliau mengaku tidak tahu semua nama yang dimasukkan dalam surat dakwaan ini karena selama ini penyelidikan yang dilakukan oleh pihak penyidik seluruhnya dilakukan secara berantai Beliau menambahkan jika penyelidikan berantai ini dilakukan dengan pemeriksaan satu orang kemudian informasi yang mereka peroleh akhirnya disilangkan pada kesaksian yang berikutnya maupun juga saksi yang berikutnya lagi. Sehingga setelah itu semua informasi yang telah terakumulasi memunculkan nama-nama yang kemudian dimasukkan ke dalam surat dakwaan tersebut. Dia pun juga menambahkan bahwa semua nama ini semuanya diserahkan dan juga otoritas dari Jaksa KPK.

Beliau juga menambahkan bahwa sebenarnya nama-nama ini sebenarnya tidak semuanya dia ketahui dan ini pasti dikarenakan pengembangan dari seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Yang dirinya tahu adalah ada dua nama yang sebelumnya telah disebutkan merupakan tersangka utama yaitu Sugiharto yang merupakan Mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam Negeri serta Irman yang merupakan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Dari beberapa nama tersebut, yang mengagetkan adalah banyak sekali jabatan besar mulai dari kepala daerah, politisi, pengusaha hingga mantan menteri dan semuanya terduga kasus korupsi e-KTP.